1 karena Pangandaran objek wisata yang indah ,banyak dikunjungi orang² jadi para wisatawan. 2. menarik, bersih, Dan lucu. 3. oksigen. 4. karbon dioksida. 5. karbondioksida bereaksi dengan air lalu dibantu dengan sinar matahari dan berubah menjadi oksigen. Nyatanyaada banyak orang di dunia yang suka berlibur di lokasi yang sama, itu-itu saja. Dilansir dari Huffingtonpost, para ahli perjalanan mengatakan ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih berlibur di lokasi itu-itu saja, berikut alasannya: 1. Keterikatan Emosional. "Aku rasa ada wisatawan yang mengulang destinasi karena mereka Jejemenjelaskan, untuk pemudik yang datang ke Pangandaran wajib menjalani isolasi mandiri selama 5 hari dan memperketat protokol kesehatan. "Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga telah membahas untuk persiapan di masa liburan," jelasnya. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran wajib mentaati protokol kesehatan selama berada di objek Kelompokyang menamakan diri Negara Islam (ISIS) telah kehilangan "kekhalifahan" yang berumur pendek di Timur Tengah. Ratusan, mungkin ribuan, calon jihadis menjadi bingung dan ingin pulang ke Marikita awali dengan mengamati dua gambar yang ada di atas. Dilansir Youtube find 3 differences JP, kedua gambar yang sama itu menampilkan potret ibu dan anak yang hendak berlibur. Namun, tidakkah Anda menyadari sesuatu yang janggal di sana? Ya, kedua gambar itu rupanya memiliki perbedaan tersembunyi. Beberapaalasan mengapa banyak orang ingin menjadi youtuber sebagai berikut! 1. Berbagi Informasi Yang Bermanfaat. Banyak pengguna yang mengakses Youtube untuk mencari tutorial melakukan beberapa hal tertentu. Misal tutorial instal software komputer, cara memasak makanan tertentu, cara menggunakan aplikasi dan lain sebagainya. Beliautelah membuat banyak orang mendapatkan kekayaan dalam sekejap dengan ritual pesugihan putih tanpa tumbal Cerita panas 48 Dewasa berisikan materi-materi untuk dewasa atau menceritakan adegan seksual tanpa sensor, hanya kami tujukan bagi kalangan dewasa berusia 17 tahun keatas Menurut cerita yang didapatkan, orang yang melakukan ritual Inilahalasan yang paling banyak dimiliki orang-orang desa yang pindah ke kota. 2. Mendapatkan Pendidikan Lebih Baik. Tidak hanya tentang masalah ekonomi, ternyata alasan pendidikan pun menjadi salah satunya. Lembaga-lembaga pendidikan di kota memiliki banyak fasilitas pendidikan, manajemen dan sistem lebih baik, pengajar yang lebih profesional Semakinbanyak emas yang dimiliki maka semakin kaya orang tersebut. Komponen Elektronik . Para pengembang elektronik membeli emas untuk komponen dari kabel konektor. Emas dinilai sebagai konduktor yang sangat bagus dan nonreaktif terhadap udara, air, dan subtansi lainnya. Artinya, konduktor dari emas tidak akan berkarat atau memudar warnanya. 3 Jalin kontak mata. Ketika melakukan kontak mata, Anda mengisyaratkan keinginan untuk terhubung dan didekati. Jika Anda tertarik dengan seseorang, sesekali tatap matanya, siapa pun yang sedang berbicara, untuk menunjukkan bahwa Anda ingin melihat reaksinya. Selama obrolan, jalin kontak mata selama yang terasa nyaman. PS8h8Wm. Deffy Ruspiyandy Wisata Sunday, 27 Feb 2022, 0718 WIB Pantai Pangandaran adalah salah satu obyek pariwisata yang menjadi primadona banyak orang. Tak mengherankan jika setiap liburan pantai ini selalu banyak yang mengunjungi. Pantai yang berada di wilayah selatan Jawa Barat ini neniliki daya tarik tersendiri dan selalu menjadi kenangan siapapun sebagai wisatawan. Sehingga tak mengherankan jika mereka yang telah mengunjungi seringkali tak pernah bosan untuk datang lagi. Ada beberapa alasan siapapun untuk berlibur ke pantai ini kapanpun selama memiliki keinginan dan kocek untuk melakukan hal itu. Pantai Pangandaran selalu banyak dikunjungi orang yang berlibur dari berbagai pelosok. FOTO FB Panngandaran Beach,West Java,Indonesia 1. Berkunjung Ke Pantai Pangandaran Bisa Mengunjungi Pantai Lainnya Jika mengunjungi Pantai Pangandaran jelas bukan saja bsia mengunjungi pantai yang indah ini melainkan bisa pula mengunjungi pantai-pantai lainnya yangs atungugusan dengan pantai ini seperti Pantai Batu Hiu, Pantai Bartu Karas, Pantai Krapyak, Pantai Karang Nini dan lainnya. Karenanya bagi siapapun yang mengunjungi pantai yang satu ini maka akan bisa berkunjung ke pantai lainnya. Artinya bisa pula menikmati keindahan pantai lainnya. Pantai Pangandaran sendiri terbagi dua menjadi Pantai Barat dan Pantai Tiur yang kedua-duanya yang memiliki mkeindahan tersendiri. 2. Jalur Transportasinya Mudah Karena menjadi tujuan utama wisata di Jawa Barat maka Pantai Pangandaran begitu mudah dijangkau karena jalur transportasinya mudah dilewati dan memiliki jalan yang aman dan nyaman untuk dilewati. Perjalanan ke pantai ini selalu mengasyikkan dan seringkali selalu menarik untuk dilakukan. Bahkan untuk alat transportasinya bukan saja mobil pribadi tapi bis dan kendaraan umum elf lainnya bisa mudah digunakan untuk mencapai pantai yang satu ini. Bahkan naik kereta pun bisa turun di Banjar dan melanjutkan perjalanan dengan bis atau kendaraan lainnya. 3. Banyak penginapan yang dekat ke pantai Bagi wisatawan yang datang ke Pantai Pangandaran ini tak perlu khawatiruntuk poenginapan karena mudah dapati sepanjang pantai dengan harga yang relatif terjangkau dan kita pun bisa sewa satu rumah kalau kita berkunjung dengan keluarga. Bahkan kalau kita sudah ada orang yang dikenal pemilik penginapan maka kita akan mudah membookingnya jauh-jauh hari. 4. Oleh-oleh pun mudah didapatkan Berkunjung ke pantai yang satu ini untuk urusan oleh-oleh takan sulit mendapatkannya. Tiga oleh-oleh yang bisa kita beli di sini yaitu pakaian, ikan asin dan buah sawo. semuanya bisa didapatkan di sini. Jika membeli pakaian banyak toko-toko yang menjualnya, ikan asin yang yang dijajakan atau ada toko khusus ikan asin di Pantai Timur menuju Cagar Alam dan buah sawo banyak penjual yang mangkal sepanjang jalan di Pantai Pangandaran atau di jajakan oleh penjual ke setiap penginapan. 5. Harga jual makanan dan minuman relatif murah Bagi yang berkunjung di pantai paling selatan wilayah Jawa Barat ini khususnya yang berkantong tipis tak perlu khawatir karena penjual makanan dan minuman di kawasan ini termasuk ramah-ramah dan menjual keduanya dengan harga yang relatif masih terjangkau sehingga hal ini menjadi daya tarik tersendiri hingga orang-orang selalu ingin kembali berlibur ke pantai yang satu ini.*** pantaipangandaran -wisatajawabarat -cagaralam pantaibarat pantaitimur Disclaimer Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku UU Pers, UU ITE, dan KUHP. Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel. Berita Terkait Terpopuler di Wisata Terpopuler Tulisan Terpilih › Nusantara›Menyelamatkan Masa Depan... Pangandaran adalah permata pariwisata Jawa Barat. Namun, dengan segala keunggulannya, daerah ini rentan dihantam beragam isu, mulai dari pandemi, bencana, hingga cuaca. OlehMACHRADIN WAHYUDI RITONGA 6 menit baca Pangandaran adalah primadona pariwisata Jawa Barat. Keindahan panorama pantai selatannya telah mengundang banyak wisatawan datang. Namun, potensi itu juga rentan retak dihantam bencana alam, cuaca buruk, hingga pandemi. Sudah saatnya calon kepala daerah ikut memperhatikan sektor lain demimasa depan MULYANA SINAGA Pengunjung berkuda di pantai barat Pangandaran, Jawa Barat, Selasa 20/3/2019. Pangandaran merupakan kawasan wisata di pesisir selatan Jabar. Langit Pangandaran, Selasa 10/11/2020, muram. Mendung, sama seperti raut muka Jeje 49 yang lesu menatap lautan. Di tepi pantai Pangandaran, dia duduk di atas perahu sewaan yang tak kunjung menjaring buruk itu seperti menyambung hujan deras yang sempat turun pagi hari. Bagi mereka, hujan jarang membawa kabar gembira. ”Kalau hujan, orang-orang tidak mau naik perahu. Hari ini, saya baru dapat seorang,” ini, hujan adalah ujian kesekian kali yang harus diterima dengan lapang dada. Terparah adalah dampak Covid-19. Jeje bahkan tidak berpenghasilan selama empat bulan. Kondisi itu, katanya, adalah yang terburuk selama puluhan tahun menjadi penyewa perahu di Pangandaran, ”raja” destinasi wisatawan pantai Jabar.”Covid membuat hotel-hotel tutup dari Maret hingga Juni. Restoran kosong. Padahal, wisatawan yang menginap di hotel dan makan di restoran adalah pelanggan utama saya,” dua bulan lalu, dia perlahan mengais rezeki. Dia pernah mendapat Rp 1 juta saat akhir pekan. Wisatawan mulai berdatangan meski tak pernah seramai sebelum tetapi, untung itu tidak lama. Pada Oktober 2020, isu tsunami menerpa Pangandaran. Kejadian itu sangat traumatis. Pangandaran pernah luluh lantak dihajar tsunami tahun 2006.”Efeknya sampai sampai sekarang. Saya mau menjual motor karena pelanggan sepi terus,” juga Nelayan Pangandaran Bersiap Hadapi Badai KOMPAS/MACHRADIN WAHYUDI RITONGA Puluhan perahu parkir di Pelabuhan Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat, Rabu 11/11/2020. Cuaca yang tidak menentu dan kemungkinan badai membuat sejumlah nelayan mengurungkan niatnya untuk Badan Pimpinan Cabang Persatuan Hotel Dan Restoran Indonesia PHRI Pangandaran Agus Muyana menuturkan, tidak mudah bertahan di tahun ini. Beragam tantangan silih berganti datang dan sulit diredam.”Pangandaran sempat ramai setelah obyek wisata mulai dibuka Juni 2020. Dua libur panjang akhir pekan di pertengahan dan akhir Agustus mencatatkan hasil yang memuaskan, yaitu okupansi hingga 90 persen. Namun, sepi lagi karena ada isu tsunami. Pangandaran sangat sensitif terhadap isu kebencanaan,” itu jelas petaka bagi banyak manusia yang menggantungkan hidup dari wisata. PHRI Pangandaran memiliki 349 anggota. Ada lebih kurang orang yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata ini. Lebih dari 50 persen di antaranya berada di pantai data Badan Pusat Statistik BPS Ciamis, produk domestik regional bruto PDRB atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha di Pangandaran tahun 2019 mencapai Rp 11,3 triliun. Wilayah kerja BPS Ciamis hingga kini masih mencakup penyediaan akomodasi dan makan minum yang lekat dengan pariwisata menyumbang PDRB 9,36 persen atau Rp 1,06 triliun. Sektor penopang lain, seperti perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor, sebesar Rp 2,28 triliun, Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan mencapai Rp 1,31 sempat ramai setelah obyek wisata mulai dibuka Juni 2020. Dua libur panjang akhir pekan di pertengahan dan akhir Agustus mencatatkan hasil yang memuaskan, yaitu okupansi hingga 90 persen. Namun, sepi lagi karena ada isu tsunami. Pangandaran sangat sensitif terhadap isu tetapi, pariwisata bukan yang terbesar. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbanyak, Rp 3,06 triliun. Sektor ini menyumbangkan 27,07 persen dari total PDRB. Namun, hal itu tetap saja tidak lantas membuat semua pelaku perikanan di Pangandaran bahagia. Muram di wajah Herman 58, buruh nelayan asal Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, 12/11/2020, Herman hanya bertopang dagu mengamati langit di ujung laut yang kelabu dari tepi dermaga Pelabuhan Cikidang, Pangandaran. Kapal kecil berukuran panjang kurang dari 5 meter milik juragannya tidak sanggup melaut di tengah badai.”Kalau begini, ya, saya tidak jadi melaut. Pulang ke rumah. Paling jadi kuli angkut galon atau elpiji dulu,” Herman, nelayan bergantung pada banyak faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga sebaran ikan yang terkadang tidak diprediksi. Herman berlayar berdasarkan pengalaman hingga kondisi alam, bukan alat penangkap ikan berbasis digital.”Kemarin waktu panen, saya hanya bawa pulang Rp Lumayan karena sebelumnya malah tidak dapat apa-apa. Jadi buruh nelayan di sini nasibnya tidak menentu,” Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Pangandaran Muhammad Yusuf memaparkan, pandemi membuat ribuan nelayan kian terpuruk. ”Anggota kami lebih kurang nelayan yang tersebar di 11 titik pelabuhan. Kalau dari kegiatan, kami tidak terdampak, semua berjalan normal. Dampaknya di penjualan,” menuturkan, kondisi pandemi membuat harga jual ikan jatuh karena tangkapan sulit disalurkan. Padahal, nilai transaksi perikanan di Pangandaran mencapai lebih dari Rp 30 miliar dalam WAHYUDI RITONGA Para nelayan memilah hasil jaring pukat tarik di pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa 10/11/2020. Mereka menyingkirkan sampah dan material dari darat, seperti ranting dan daun, karena ikut tertarik pengolahanMenurut Yusuf, hal tersebut tidak akan terjadi jika Pangandaran memiliki teknologi penangkap dan industri pengolahan ikan. Dengan teknologi, nelayan tidak perlu khawatir harga ikan jatuh di masa panen atau sulit seperti pandemi kali ini.”Saat lockdown tidak ada ikan yang keluar dikirim dari Pangandaran. Kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung, tidak menerima ikan kami. Jadi, kami hanya bisa mengonsumsi sendiri. Harga jatuh sampai lebih dari separuhnya,” itu, ia berharap ada kepastian dari pemimpin terpilih untuk lebih memperhatikan nasib warga pantai, baik itu penyewa perahu maupun nelayan. Dia melihat warga masih terlalu bergantung pada kondisi alam dan belum mendapatkan solusi alternatif di kondisi pelik seperti sekarang.”Semoga nanti pemimpin terpilih mau memperhatikan kami. Tidak hanya dari pariwisata saja, tetapi juga nelayannya. Soalnya, kedua sektor ini menjadi penyangga ekonomi Pangandaran. Ketersediaan tempat berlabuh juga harus memadai,” tidak keliru. Pangandaran tidak hanya wisata dan perikanan tangkap. Potensi tersebut antara lain perikanan budidaya, pengolahan hasil tangkap, dan sektor lain, seperti sapi potong dan Wijaya Nurahmat 37, pengolah kelapa di Kecamatan Parigi, merasakan hal itu. Sebagai Ketua Koperasi Mitra Kelapa Pangandaran, dia bersama lebih kurang 10 kelompok binaannya mengekspor cocopeat hingga ke China. Mereka memberdayakan lebih dari 100 pekerja dan 400 petani kelapa.”Kami membutuhkan tapas sabut kelapa mencapai 1,2 juta butir per bulan. Dari hasil olahan itu, kami bisa mengekspor 500 ton produk olahan per bulan, mulai dari cocopeat hingga cocofiber ke China, Jepang, dan Korea,” adalah media tanam sabut kelapa, sedangkan cocofiber digunakan untuk industri jok mobil dan kasur premium. Kedua bahan ini menggunakan serat alami sehingga diminati negara-negara pandemi, ujar Yohan, penutupan keran impor dari negara-negara tersebut berdampak pada pasar mereka. Namun, setelah impor dibuka, semua telah kembali seperti semula.”Sekarang, kami juga sedang penjajakan dengan beberapa negara Eropa. Sayangnya belum tembus. Sepertinya kami harus memperbaiki kualitas. Semoga saja ada asistensi dari pemerintah untuk memperbaiki mutu ini,” Yohan jelas butuh dukungan. Dengan rentetan dampak buruk saat hanya mengandalkan sektor tertentu, sudah saatnya calon bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah Pangandaran 2020 menyediakan konsep jitu keluar dari ketergantungan. Meski belum bisa lepas dari bayang-bayang wisata, sumber daya alternatif telah masuk dalam rencana dua pasangan juga Pangandaran Jadi Percontohan Kawasan Wisata dengan Protokol Baru di Jawa BaratKOMPAS/TATANG MULYANA SINAGA Peserta Pangandaran International Kite Festival menerbangkan layang-layang di pantai timur Pangandaran, Sabtu 13/7/2019. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah mempromosikan destinasi wisata dan budaya di Kabupaten Pangandaran, Jawa calon Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan berambisi mencetak wirausaha muda dan mengembangkan pelaku industri kreatif, meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian dan perikanan, hingga menggerakkan penanaman kelapa hibrida. Jeje yang petahana Bupati Pangandaran juga mengincar pengembangan kualitas sumber daya manusia lewat beasiswa perguruan pasangan Adang Hadari-Supratman, berambisi memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM beserta badan usaha milik desa, membuat pusat pembangunan ekonomi kreatif, hingga mengadakan pelatihan bisnis berbasis ekonomi digital. Adang merupakan petahana Wakil Bupati perkara mudah meyakinkan rakyat bahwa janji bakal jadi kenyataan. Kurang dari sebulan sebelum pemilihan berlangsung, mendung penuh ragu masih ada di sebagian calon pemilih.”Saya tidak bisa berharap. Toh, saat kepala daerah menjabat, saya tidak dapat apa-apa. Saya tetap menjadi buruh nelayan belasan tahun. Saya masih miskin, siapa pun pemimpinnya. Makanya, saya ragu memilih,” ujar gempita Pangandaran sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Jabar, bahkan Indonesia, seharusnya sejalan dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Hingga tahun 2019, ada lebih dari warga miskin dari total penduduk yang mencapai jiwa. Pangandaran masih butuh solusi juga Gempa M 5,5 Pangandaran dari Zona Subduksi EditorCornelius Helmy Herlambang foto by Ada yang pernah ke pantai pangandaran? Pantai yang berada di pesisir jawa ini memang mempunyai keindahan tersendiri. Pesonanya benar-benar mengagumkan. Dibawah ini adalah beberapa alasan yang membuat kita wajib mengunjungi pantai pangandaran. foto by 1. Pemandangannya yang Elok❤️2. Disebut Kota Nelayan Kecil❤️3. Memiliki 2 Sisi❤️4. Hadirnya Cagar Alam❤️5. Water Sport❤️6. Sunset Menawan❤️7. Adanya Peninggalan Perang Dunia 2❤️ 1. Pemandangannya yang Elok❤️ Memang bukan rahasia umum lagi bila pangandaran memiliki pemandangan yang sangat esoktis. Air laut yang biru dengan perpaduan langitnya nan elok serta tebing-tebing dan pepohonan yang hijau membuat siapa pun tidak bisa move on 2. Disebut Kota Nelayan Kecil❤️ Sebelum dikenal dengan pariwisatanya, pangandaran disebut juga dengan kota nelayan yang mampu menghasilkan beberapa ikan. Aktifitas para nelayan yang datang dan pergi mencari ikan membuat banyak orang menyebutnya demikian. Menariknya lagi, kita juga bisa merasakan bagaimana serunya menjadi seorang nelayan pangandaran. Cobalah sekali saja untuk ikut menangkap ikan dengan jaring yang sudah dipersiapkan. Seru dan merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan. 3. Memiliki 2 Sisi❤️ Bisa dikatakan pangandaran memiliki dua sisi yang berbeda. Di bagian barat banyak objek wisata yang sangat ramah untuk para keluarga. Kenyamanan dan kedamaian akan suasananya menjadi daya jual tersendiri. Bila diwilayah timur kita akan menemukan berbagai macam sajian olahan laut yang sangat nikmat menggoda. Berbagai macam jenis ikan hadir disini. Sajiannya yang sangat segar membuat rasanya pun mengikutinya. 4. Hadirnya Cagar Alam❤️ Disini kita bisa melihat cagar alam dengan luas wilayahnya mencapai 37,7 ha. Di cagar alam ini kita bisa melihat berbagai macam hutan seperti, tanaman jati dan mahoni yang cukup mengesankan. Tidak hanya flora saja yang bisa kita lihat disini tetapi, hadir juga fauna yang cukup lucu untuk dijadikan sebagai objek foto. Seperti trenggiling, rusa, burung kangkareng, ayam hutan, tando, talumtumpuk dan masih banyak lagi. 5. Water Sport❤️ Tidak hanya indah saja tetapi, objek wisata ini juga mempunyai water sport yang luar biasa serunya. Seperti banana boat dan jetski. Untuk bisa menikmati keduanya kita harus merogoh kocek sedalam 20 ribu rupiah. Keseruannya pun maksimal. Karena, kita bisa saling berebut untuk menjadi yang nomor satu di atas laut. Sementara saat kita menikmati banana botanya pun cukup cepat apalagi saat memecah ombak, jangan lupa berteriak sekencang-kencangnya. 6. Sunset Menawan❤️ Siapa sih yang tidak ingin melihat pesona matahari tenggelam? Di Pantai pangandaran ini kita akan disajikan matahari terbenam terindah yang pernah dimiliki oleh jawa barat, Apalagi bila kita berkunjung pada bulan November hingga Februari. Kita akan disuguhkan dengan matahari yang benar-benar terlihat seperti berada di depan mata. warnanya kuning dan sedikit merah di sampingnya. Langit-langit pun juga merubah jati diri mereka yang semula biru menjadi sedikit merah. Mengesankan sekali memang dengan apa yang akan kita lihat. Biasanya saat momen ini banyak para wisatawan mengeluarkan senjata kamera mereka. Kemudian, membidik sebuah objek yang mereka jadikan sebuah siluet nan mengesankan. 7. Adanya Peninggalan Perang Dunia 2❤️ Pesona terakhir yang bisa kita nikmati disini adalah peninggalan perang dunia ke 2 yaitu sebuah goa jepang yang dipercaya bahwa dahulu tempat ini dijadikan tempat persembunyian tentara-tentara jepang. Pantai Pangandaran adalah objek wisata yang terletak di Jawa Barat dimana pesona dan pemandangannya memang juara. Kalau mereka saja sudah mengunjungi objek wisata ini. Lalu, kapan kita akan pergi bersama ke tempat ini?